Pesona Mudik Ke Kampung Balukbuk yang di Rindukan

Kabar Desa Lingkungan Seni dan Kebudayaan
Balukbuk adalah sebuah perkampungan yang sejuk, rindang, asri dan religi. Beralamat di Jalan Cibalanarik Desa Tarunajaya Sukaraja Tasikmalaya.
Setiap tahun saya pasti berkunjung ke kampung tanah tempat kelahiran, ya. minimal 2 kali dalam setahun itu rasanya wajib buat saya disamping itu orang tua, kakak dan saudara masih tinggal disitu.
Apa yang membuat saya tidak bisa melupakannya? jelas saya yang suka memancing, bakar ikan plus sambal honje/jahe itu yang membuat saya bisa makan lebih dari normalnya selama hidup di jakarta.

Pemandangan hamparan hijau, udara sejuk, angin sepoi-sepoi, jelas menyejukan perasaan dengan kondisi apapun itu versi saya yang memang dibesarkan dengan lingkungan alam perkampungan dan persawahan jadi jelas pastilah cinta keindahan alam yang memang perlu kita syukuri, nah kampung Balukbuk berbeda dengan kampung lainnya dimana bila musim kemarau datang dengan waktu yang cukup lama umumnya tidak mempengaruhi kegiatan wagra dalam mengolah persawahannya, dikarenakan sistem irigasi yang cukup baik bahkan semakin lama kemarau datang airnya tambah jernih ya walaupun saat ini adanya kontaminasi pembuangan limbah domestik sembarangan dibagian hulu.

Persawahan di Kampung Balukbuk Desa Tarunajaya

Mudik dengan jeda waktu berbeda membuat keadaan juga berubah, saat setelah musim panen berakhir dan menjelang ngararata (tanam bibit padi) keindahan sedikit berkurang dikarenakan kejihauan persawahan belum muncul, namun udara dan angin terasa sejuk.

Persawahan Kampung Balukbuk saat biji padi menjelang berisi
Mudik selanjutnya datang saat waktunya beuneur (biji padi menjelang berisi), pemandangan tetap membuat sejuk dan nyaman dengan segerombolan burung pipit yang lewat mencari padi yang kurang terpantau oleh warga
Begitulah musim berlaku dari waktu ke waktu yang perlu kita syukuri telah melewati kehidupan di kampung balukbuk dengan karakter alam yang berbeda dengan kampung lainnya.
Tak seorangpun yang mempunyai kampung halaman lupa begitu saja terhadap tanah kelahirannya, termasuk pribadi saya seberapapun sering pulang tidak pernah merasa bosan bahkan bila ada hari libur panjang rasanya ingin setiap bulan mengunjunginya.
Diolah dari sumber: ywahadiat.blogspot.com penulis: Wahadiat, Selasa, 25 Februari 2014
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan