Gaji Perangkat Desa 2019 Naik, Jokowi: Bapak Ibu Tak Usah Kumpul Lagi di Istana

Kabar Desa Pemerintahan Penggunaan Dana Desa

Presiden Joko Widodo memastikan perangkat desa di seluruh Indonesia akan segera menikmati perbaikan kesejahteraan.

Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan gaji perangkat desa.

“Yang paling penting, sudah kita putuskan penghasilan tetap perangkat desa disetarakan dengan (PNS) golongan IIA,” kata Jokowi disambut sorak sorai para perangkat desa yang hadir di Istora Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015, gaji PNS golongan IIA adalah Rp 1.926.000.

Selain gaji, menurut Jokowi, perangkat desa kedepannya juga akan mendapatkan layanan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Menurut dia, perbaikan kesejahteraan para perangkat desa itu akan dilakukan lewat revisi peraturan pemerintah PP 47 Tahun 2015 tentang desa.

“Akan direvisi paling lama dua minggu,” kata Kepala Negara.

Jokowi pun meminta para perangkat desa yang memenuhi Istora Senayan untuk mengurungkan niat mereka melakukan aksi unjuk rasa di Istana.

Sebab, tuntutan mereka terkait kesejahteraan sudah didengarkan dan akan segera dipenuhi oleh pemerintah.

“Jadi setelah kita kumpul disini, Bapak Ibu enggak usah berkumpul di Istana lagi. Mari lah kita kembali ke daerah masing masing. Dan kita selamat sampai tempat tujuan,” kata Jokowi.

Pada akun instagramnya, Presiden Jokowi juga memposting soal kenaikan gaji perangkat desa.

“Ribuan perangkat desa datang ke Jakarta dan bertemu saya di Istora Senayan, pagi ini. Mereka yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) sudah lama menuntut agar para perangkat desa mendapatkan penghasilan setara Aparatur Sipil Negara golongan 2A.

Ini seperti bertemunya ruas dan buku. Mereka menuntut, dan pemerintah juga telah memutuskan: perangkat desa akan diberikan penghasilan setara ASN golongan 2A dengan mempertimbangkan masa kerja. Peraturan Pemerintah tentang hal ini segera direvisi, dan mudah-mudahan sudah bisa dikeluarkan dalam dua pekan ini.

Selain itu, para kepala desa dan perangkat desa di seluruh Indonesia akan mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS. Terima kasih.”tulis admin Presiden Jokowi.

View this post on Instagram

Ribuan perangkat desa datang ke Jakarta dan bertemu saya di Istora Senayan, pagi ini. Mereka yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) sudah lama menuntut agar para perangkat desa mendapatkan penghasilan setara Aparatur Sipil Negara golongan 2A. Ini seperti bertemunya ruas dan buku. Mereka menuntut, dan pemerintah juga telah memutuskan: perangkat desa akan diberikan penghasilan setara ASN golongan 2A dengan mempertimbangkan masa kerja. Peraturan Pemerintah tentang hal ini segera direvisi, dan mudah-mudahan sudah bisa dikeluarkan dalam dua pekan ini. Selain itu, para kepala desa dan perangkat desa di seluruh Indonesia akan mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS. Terima kasih.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Anggaran Dana Desa

Presiden Joko Widodo, mengungkapkan, pemerintah telah menggelontorkan uang sebesar Rp 187,7 triliun untuk anggaran dana desa selama ia menjabat sejak tahun 2014.

“Dalam 4 tahun telah kita berikan dana desa ke daerah-daerah sebesar Rp 187 triliun,” ungkap Jokowi dalam program Visi Presiden di NET TV, Minggu (13/1/2019).

Ia merinci, pemerintah mengeluarkan dana desa sebesar Rp 20,7 triliun di tahun 2014.

Di tahun berikutnya, pemerintah mengeluarkan Rp 47 triliun untuk anggaran dana desa. Kemudian, di tahun 2017 dan 2018, jumlah dana desa yang diberikan pemerintah masing-masing sebesar Rp 60 triliun.

Dana tersebut, kata Jokowi, digunakan untuk membangun beberapa infrastruktur penunjang desa. Baca juga: Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Menangis Digelandang Polisi Sepanjang 158.000 kilometer jalan di desa berhasil dibangun dari dana tersebut.

Jokowi pun merasa capaian angka tersebut membanggakan.

“Sudah 4 tahun ini jalan yang terbangun dari dana desa sepanjang 158.000 kilometer. Memang ini jalan-jalan kecil di desa tapi angka 158.000 kilometer sebuah jumlah yang sangat besar,” terangnya.

Dana desa juga dialokasikan untuk membangun pasar desa. Selama empat tahun ia menjabat, telah terdapat 6.900 unit pasar desa yang terbangun.

Meskipun berukuran kecil, Jokowi menjelaskan pasar desa sangat bermanfaat bagi petani dan nelayan setempat.

“Pasar desa telah terbangun dari dana desa 6.900 unit, kecil-kecil tapi perlu untuk petani dan nelayan untuk menjual hasil pertanian dan hasil melaut,” tutur dia.

Lalu, dana desa juga berfungsi untuk membangun jembatan.

Realisasinya, 1 juta meter jembatan berhasil dibangun untuk menghubungkan antardesa.

Dari data yang ditunjukkan Jokowi, pemerintah juga telah membangun 39.300 unit sistem irigasi dan 3.000 unit embung dari dana desa tersebut (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jokowi-JK Gelontorkan Rp 187,7 Triliun Dana Desa sejak 2014, Ini Realisasinya”, https://nasional.kompas.com/read/2019/01/14/06233781/jokowi-jk-gelontorkan-rp-1877-triliun-dana-desa-sejak-2014-ini-realisasinya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Gaji Perangkat Desa 2019 Naik, Jokowi: Bapak Ibu Tak Usah Kumpul Lagi di Istana, http://jogja.tribunnews.com/2019/01/14/gaji-perangkat-desa-2019-naik-jokowi-bapak-ibu-tak-usah-kumpul-lagi-di-istana?page=3.

Editor: iwe

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan